Banyumas -
Pemerintah Kabupaten Banyumas secara resmi menyerahkan bantuan alat dan mesin
pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada
kelompok tani, Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), serta petani muda di
Kabupaten Banyumas. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Jumat (23/1/2026) di
Lapangan Kompleks Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas.
Bantuan
alsintan tersebut merupakan hasil usulan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono,
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Shinta Laila, serta Wakil Ketua II DPRD
Kabupaten Banyumas Muhammad Erlangga Adi Nugraha. Langkah ini menjadi wujud
nyata komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam memperkuat sektor
pertanian sebagai fondasi utama ketahanan pangan nasional dan daerah.
Kepala Dinas
Pertanian Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Buwono, dalam sambutannya menyampaikan
bahwa bantuan alsintan ini akan dimanfaatkan untuk mendukung percepatan swasembada
pangan yang sejalan dengan Program Trilas ke-9 dari Bupati Banyumas yaitu
mewujudkan swasembada pangan lokal menuju peningkatan kesejahteraan petani.
Selain itu,
alsintan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan
Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, dengan
memaksimalkan pemanfaatan hasil produksi petani lokal Kabupaten Banyumas.
“Melalui
bantuan ini, kami bisa mendukung dan memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi
Gratis yang berkaitan langsung dengan hasil produksi para petani di Kabupaten
Banyumas,” ujarnya.
Lebih lanjut
dijelaskan bahwa total bantuan alsintan yang diterima Kabupaten Banyumas
berjumlah 34 unit, terdiri atas 9 unit drone pertanian, 8 unit traktor crawler,
4 unit traktor roda empat, dan 13 unit traktor roda dua. Bantuan ini diharapkan
mampu mendukung Trilas ke-4, yaitu pengembangan sentra pengusaha dan petani
muda di setiap kecamatan.
“Kami juga
berkomitmen untuk menumbuhkan dan mengembangkan petani muda serta UPJA melalui
pelatihan pengoperasian alat mesin pertanian hingga manajemen usaha pertanian,”
pungkasnya.
Penyerahan
bantuan alsintan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri
Lastiono kepada empat perwakilan penerima, yang terdiri atas gabungan kelompok
tani (GAPOKTAN), kelompok tani (POKTAN), Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA),
dan petani muda.
Dalam
sambutannya, Sadewo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian
Pertanian Republik Indonesia atas dukungan yang diberikan kepada petani di
Kabupaten Banyumas. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena Kabupaten Banyumas
menjadi daerah penerima bantuan alsintan terbanyak di Provinsi Jawa Tengah.
Ia
menegaskan bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan yang semakin
kompleks, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan tenaga kerja, hingga
tuntutan peningkatan produktivitas dan efisiensi. Oleh karena itu, modernisasi
pertanian melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian menjadi kebutuhan yang
tidak terelakkan.
“Kehadiran
alsintan ini diharapkan dapat membantu petani dalam proses pengolahan tanah, penanaman,
serta pengelolaan lahan, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan menjamin
ketersediaan pangan secara berkelanjutan, khususnya untuk mendukung Program
Makan Bergizi Gratis,” ungkapnya.
Ia lalu
menambahkan bahwa program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas
gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar bagi petani lokal untuk
berkontribusi langsung dalam penyediaan bahan pangan.
Lebih
lanjut, Bupati berpesan kepada seluruh penerima bantuan agar alsintan yang
diberikan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya, dirawat secara berkala,
serta dikelola secara profesional.
“Gunakan
alat ini dengan penuh tanggung jawab, rawat secara berkelanjutan, dan kelola
dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak petani serta
memberikan dampak jangka panjang bagi kemajuan pertanian di Kabupaten
Banyumas,” tegasnya.
Melalui
penyaluran bantuan alsintan ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap dapat
mendorong peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan
daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani,
sebagai pilar utama pembangunan daerah dan nasional.