event
← Kembali ke Kegiatan

File Kegiatan

Launching RTLH 2026 di Lumbir, Upaya Nyata Perbaikan Kualitas Hidup Masyarakat Banyumas

BANYUMAS - Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman resmi meluncurkan Program Penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2026 di Desa Besuki, Kecamatan Lumbir pada hari Selasa (21/04/2026).  Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono,serta dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, mitra pembangunan, dan masyarakat setempat.

 

Dalam laporan pelaksanaan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Banyumas, Sakty Suprabowo, menyampaikan bahwa program RTLH menjadi bagian dari salah satu program Trilas yaitu percepatan penanggulangan kemiskinan . Program ini tidak hanya menyasar perbaikan fisik rumah, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

 

Peluncuran program ditandai dengan sejumlah agenda, di antaranya penyerahan simbolis bantuan RTLH kepada penerima manfaat, pemberian jaminan perlindungan tenaga kerja bagi pekerja RTLH melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BKK Purwokerto, serta penyerahan bantuan dari berbagai mitra, termasuk sektor swasta dan lembaga sosial. Prosesi “Mbongkar Tabak” turut menjadi simbol dimulainya pelaksanaan program RTLH tahun 2026.

 

Untuk tahun ini, program RTLH didukung oleh berbagai sumber pendanaan, meliputi APBN sebanyak 821 unit, APBD Provinsi 549 unit, APBD Kabupaten 279 unit, bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi 231 unit, Baznas 140 unit, serta dukungan dari Semen Bima, REI Banyumas Raya, dan Universitas Wijayakusuma (UNWIKU). Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke rekening penerima manfaat melalui kerja sama dengan BKK Purwokerto, guna memastikan transparansi dan ketepatan sasaran.

 

Dalam sambutannya, Bupati Banyumas, Sadewo menegaskan bahwa rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar yang sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, rumah bukan hanya tempat tinggal secara fisik, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi ketahanan mental dan sosial keluarga.

 

“Dengan kondisi rumah yang layak, keluarga akan lebih sehat, aman, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Ini menjadi bagian penting dalam upaya kita menurunkan angka kemiskinan,” ungkapnya.

 

Sadewo menyoroti bahwa angka kemiskinan di Banyumas saat ini masih berada di angka 11,15 % di mana angka ini masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi Jawa Tengah yang berada di angka 9,39 %, sehingga diperlukan langkah-langkah konkret dan berkelanjutan, salah satunya melalui program RTLH. Ia juga menyampaikan bahwa seluruh pekerja dalam program ini telah mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan, sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja.

 

‘’Dalam upaya menurunkan angka kemiskinan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah mencanangkan program prioritas Trilas, khususnya berfokus dalam percepatan pengentasan kemiskinan. Dan alhamdulillah, berkat kerjasama seluruh pihak, hingga tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah berhasil meningkatkan kualitas RTLH sebanyak 28.885 unit rumah,’’tuturnya.

 

Lebih lanjut, Sadewo menuturkan upaya berkelanjutan ini berdampak positif terhadap peningkatan indikator cakupan rumah layak huni di Kabupaten Banyumas, yang saat ini telah mencapai 85,44%.

 

‘’Namun demikian, pekerjaan rumah kita belum selesai. Masih tercatat sekitar 69.883 unit rumah yang memerlukan penanganan lebih lanjut,’’terangnya.

 

Adapun dari APBD Tahun 2026 dengan 279 unit rumah, tahap I rencananya akan melaksanakan perbaikan rumah sebesar 213 unit rumah yang tersebar di 15 kecamatan dan 31 desa/kelurahan.

 

Sadewo berujar, untuk mempercepat penanganan RTLH, tentunya pemerintah tidak bisa berjalan sendirian, diperlukan kolaborasi dan gotong royong dari berbagai pihak, baik dari pemerintah pusat melalui APBN, pemerintah provinsi, maupun dukungan kuat dari sektor swasta.

 

Terakhir, ia juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, sektor swasta, perguruan tinggi, hingga organisasi sosial. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci dalam mempercepat peningkatan kualitas hunian masyarakat.

 

Program RTLH 2026 secara resmi dimulai dengan tagline “Bongkar Tabak Miwiti Pegawaian RTLH 2026”, sebagai simbol gerakan bersama dalam mewujudkan rumah layak huni bagi masyarakat Banyumas.

 

Melalui program ini, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat langsung berupa hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.