BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten Banyumas menegaskan
komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak melalui
pencanangan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Kegiatan ini dilaksanakan pada
Selasa (28/04/2026) di SD Negeri Siawarak Wetan, Desa Watuagung, Kecamatan
Tambak. Desa Watuagung dipilih sebagai lokasi awal karena menjadi salah satu
wilayah dengan jumlah ATS tertinggi di Kabupaten Banyumas.
Kepala Kecamatan Tambak, Edy Suparyono, dalam sambutannya
menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan awal terdapat 426 anak tidak sekolah
yang sebagian besar berada di Desa Watuagung.
“Dari pendataan awal terdapat 426 anak tidak sekolah, namun
setelah dilakukan verifikasi langsung di lapangan, terdapat 177 anak yang
benar-benar belum atau tidak bersekolah, dan 143 di antaranya berada di Desa
Watuagung,” pungkasnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai upaya penanganan telah
dilakukan secara intensif melalui koordinasi lintas sektor, mulai dari tingkat
kabupaten, kecamatan hingga desa. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat
penanganan sekaligus memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang
layak.
Pencanangan program ini diresmikan oleh Asisten Administrasi
Umum (Asminum) Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Amrin Ma’ruf, yang hadir
mewakili Bupati Banyumas. Dalam sambutannya, Amrin menegaskan bahwa program
“Pasti Sekolah” merupakan bagian dari Trilas Bupati yang harus dijalankan
sebagai gerakan bersama.
“Program ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan,
tetapi juga seluruh komponen, mulai dari forkopimda, forkopincam hingga para
pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.
Amrin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat
aktif, termasuk sebagai relawan dalam mendampingi anak-anak agar kembali
mengakses pendidikan. Pendekatan penanganan ATS, menurutnya, perlu disesuaikan
dengan kondisi wilayah dan kebutuhan anak, baik melalui jalur pendidikan
formal, nonformal, maupun informal.
Pada akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan Komitmen
Bersama dalam Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Banyumas. Komitmen
ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan target nol anak tidak
sekolah, sekaligus mendorong kebangkitan pendidikan yang lebih inklusif dan
merata di Banyumas.