Pemerintah Kabupaten Banyumas di
bawah kepemimpinan Bupati Sadewo terus memperkuat langkah strategis dalam
memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui
intervensi gizi yang masif. Salah satu pilar utamanya adalah penanganan terhadap
Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dan pencegahan stunting,
yang menjadi pondasi penting bagi pembangunan jangka panjang daerah.
Sinergi
Antar-Lembaga dan Target Strategis 2025-2029
Pemerintah Kabupaten Banyumas
menetapkan target untuk periode 2025-2029 guna memastikan kesehatan ibu dan
anak terlindungi secara menyeluruh:
Capaian
Gemilang Melampaui Target di Tahun 2025
Hingga Oktober 2025, realisasi
program di lapangan menunjukkan efektivitas koordinasi yang luar biasa:
Mekanisme
Program: Pemberdayaan Pangan Lokal
Berdasarkan Kerangka Acuan
Kegiatan (KAK) PMT Lokal 2025, program ini tidak hanya memberikan bantuan
makanan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat bawah melalui penggunaan pangan
lokal.
1. Sasaran dan Kriteria Utama
Intervensi difokuskan pada:
·
Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) yaitu
ibu hamil yang mempunyai Indeks Massa Tubuh Pra Hamil atau trimester 1
(<12minggu) sebesar <18,5 kg/m2
· Ibu Hamil berisiko KEK yaitu Ibu hamil yang mempunyai ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) dibawah 23,5 cm
2. Prinsip Pelaksanaan
Dampak
Jangka Panjang
Melalui integrasi pelayanan Antenatal
Care (ANC) Terpadu dan PMT Lokal, Kabupaten Banyumas berupaya menurunkan
angka Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan stunting. Inisiatif ini merupakan
perwujudan nyata dari visi Bupati untuk memastikan bahwa tidak ada warga
Banyumas yang tertinggal dalam akses kesehatan dan kecukupan gizi, yang pada
akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.