event
← Kembali ke Kegiatan

File Kegiatan

Komitmen Bupati Banyumas dalam Pengentasan Kemiskinan dan Stunting melalui Program PMT Lokal

Pemerintah Kabupaten Banyumas di bawah kepemimpinan Bupati Sadewo terus memperkuat langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui intervensi gizi yang masif. Salah satu pilar utamanya adalah penanganan terhadap Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dan pencegahan stunting, yang menjadi pondasi penting bagi pembangunan jangka panjang daerah.

Sinergi Antar-Lembaga dan Target Strategis 2025-2029

Pemerintah Kabupaten Banyumas menetapkan target untuk periode 2025-2029 guna memastikan kesehatan ibu dan anak terlindungi secara menyeluruh:

  • Dinas Kesehatan (Dinkes): Menargetkan penanganan 1.000 Ibu Hamil KEK.
  • DPPKBP3A: Menargetkan 5.693 sasaran untuk program pencegahan stunting secara komprehensif.

Capaian Gemilang Melampaui Target di Tahun 2025

Hingga Oktober 2025, realisasi program di lapangan menunjukkan efektivitas koordinasi yang luar biasa:

  • Dinas Kesehatan: Dari target awal tahun 2025 sebesar 84% (840 orang), realisasi telah mencapai 89,3% atau sebanyak 893 Ibu Hamil KEK.
  • DPPKBP3A: Berhasil melampaui target tahunan dari 1.708 orang menjadi 2.009 orang yang tertangani

Mekanisme Program: Pemberdayaan Pangan Lokal

Berdasarkan Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) PMT Lokal 2025, program ini tidak hanya memberikan bantuan makanan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat bawah melalui penggunaan pangan lokal.

1. Sasaran dan Kriteria Utama

Intervensi difokuskan pada:

·         Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) yaitu ibu hamil yang mempunyai Indeks Massa Tubuh Pra Hamil atau trimester 1 (<12minggu) sebesar <18,5 kg/m2   

·         Ibu Hamil berisiko KEK yaitu Ibu hamil yang mempunyai ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) dibawah 23,5 cm


2. Prinsip Pelaksanaan

  • Durasi: Makanan tambahan diberikan selama minimal 120 hari.
  • Komposisi: Berupa makanan siap santap, dalam bentuk makanan lengkap atau makananselingan/kudapan padat gizi dengan memperhatikan gizi seimbang, membatasi penggunaan Gula, Garam dan Lemak (GGL).
  • Edukasi: Selain pemberian makanan, dilakukan demonstrasi masak dan konseling gizi oleh kader posyandu untuk mendorong kemandirian keluarga.

Dampak Jangka Panjang

Melalui integrasi pelayanan Antenatal Care (ANC) Terpadu dan PMT Lokal, Kabupaten Banyumas berupaya menurunkan angka Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan stunting. Inisiatif ini merupakan perwujudan nyata dari visi Bupati untuk memastikan bahwa tidak ada warga Banyumas yang tertinggal dalam akses kesehatan dan kecukupan gizi, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Belum ada file untuk kegiatan ini.